Eksotisme Pantai Serang di Blitar “Kota Bung Karno”

Post On: 25 November 2017
By:
In: Wisata
November 25, 2017

Pantai Serang di Blitar – Hobi traveling tentunya belum lengkap kalau belum mengunjungi salah satu objek wisata perairan ngehits yang satu ini. Tersembunyi di balik hiruk pikuk kota kelahiran Bapak Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Pantai Serang, 45 km jauhnya dari pusat kota Blitar, arah barat daya. Tipikal pantai ritual, selayaknya pantai-pantai lain di Kota Blitar.

Acara rutinnya selalu larung sesaji yang sudah turun temurun dilaksanakan dari zaman dahulu kala. Kalau kamu tertarik menghabiskan liburan dengan menyaksikan festival budaya sekaligus main air, disinilah seharusnya kamu berada. Larung Saji dihelat setiap tanggal 1 Suro, save the date. Pasir putih menghampar luas disapu ombak-ombak yang tidak begitu deras menjadi daya tarik utama pantai yang namanya mirip sekali dengan salah satu kota di Banten ini.

Kamu pernah menemukan pantai yang berbatu? Kalau belum, kamu harus mengunjungi tempat ini. Tidak hanya pasir putih, bibir pantai ini berselimut batu-batuan berwarna putih gading yang cantik. Saking cantiknya karena berkilauan, warga menyebutnya Watu Lintang (Batu Bintang). Siapa tau kamu berminat mengoleksinya seperti batu akik. Hehehe. Terdapat lebih dari satu bagian pantai yang bisa kamu nikmati selagi berwisata di tempat yang menakjubkan ini.

Tidak seperti pantai lain yang hanya bisa kamu telusuri panjangnya sambil menghitung langkah atau memunguti kerang, Pantai serang di Blitar punya lebih dari itu. Pantai utamanya adalah bagian yang sering digunakan sebagai tempat upacara Larung Saji. Cobalah berjalan ke arah barat pantai, melewati bukit kecil, dan kamu akan menemukan pantai yang lebih kecil daripada pantai utama. Terdapat juga bagian pantai lain yang bisa kamu temukan dengan menyusuri jalan setapak di bukit yang cukup terjal. Bagian inilah yang paling landai dan luas karena memiliki hamparan pasir putih yang menguar hingga 5 km.

Panorama lain yang bisa kamu nikmati ketika berkunjung kesini adalah perpaduan eksotis antara laut, pasir, dan bukit-bukit kecil di sekitarnya. Pastinya akan jadi serasa nirwana bagi kamu yang suka mencari spot foto bertema alam. Jangan khawatir, untuk kamu yang menyukai momen romantis saat mentari berwarna jingga, kamu akan mendapatkan semuanya di Pantai Serang. Sunrise dan Sunset adalah hal yang bisa kamu saksikan hampir setiap harinya. Ada juga gapura selamat datang yang bisa kamu temukan saat kamu memasuki area pantai. Kamu juga bisa menambah aktivitasmu selama berwisata di pantai ini dengan berbagai kegiatan.

Mulai dari berenang, voli pantai, sekedar jalan-jalan, sampai berkunjung ke perkampungan nelayan yang biasa menangkap hasil laut. Kamu pasti kaget dan tergoda dengan tangkapan mereka. Ya, salah satu hasil lautnya adalah lobster yang pasti bikin kamu nggak sabar buat menyantap daging gurih manisnya.

Satu hal yang tidak bisa dilewatkan dari pantai cantik ini adalah lokasi ini sering digunakan para pemula olahraga air melakukan latihan surfing/selancar. Yeay! Kapan lagi bisa merasakan mini-Mentawai di Kota Blitar? Kamu nggak perlu jauh-jauh ke Bali atau yang lain ya?! Kalau kamu mau coba belajar surving, jangan ragu buat belajar disini. Konservasi penyu juga dihadirkan di lingkungan pantai ini. Menjadi rumah tempat tukik (anak penyu) menikmati masa kecil sebelum akhirnya dilepas ke lautan yang maha luas. Sayangnya, tidak ada tanggal pasti pada bulan apakah tukik-tukik itu dilepas ke habitatnya. Momen pelepasan tukik menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi kamu yang sudah siap berlibur disini, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Segala lapisan masyarakat bisa menikmati tempat wisata ini dengan mudah. Cukup siapkan Rp 3000,00 untuk setiap kepala sebagai pembayaran tiket masuk. Jika kamu membawa motor, uang masuknya hanya Rp 1.000,00 ditambah biaya parkir sebesar Rp 2.000,00 rupiah saja. Sangat terjangkau kan? Gimana, sudah siapkah kamu berpetualang ke Pantai serang di Blitar?

Comments

comments

Tags: , , , , ,

Related to Eksotisme Pantai Serang di Blitar “Kota Bung Karno”