Membuka Cakrawala Baru Melalui Gerakan Budaya Literasi

Post On: 20 November 2017
By:
November 20, 2017

Gerakan Budaya Literasi – Baru-baru ini pemerintah sedang gencar mempromosikan gerakan literasi, Kemendikbud khususnya. Ada kegiatan khusus yang mengharuskan siswa-siswi sekolah melakukan aktivitas literasi selama 15 menit sebelum masuk kelas. Hal tersebut tentunya patut dijadikan tolak ukur keberhasilan ormas pegiat literasi dalam mempersuasi budaya baca tulis tersebut.

Ada beberapa poin penting terkait gerakan literasi yang bisa kita ambil, salah satunya membuka cakrawala pengetahuan yang baru melalui buku-buku. Pengetahuan tidak semata-mata didapatkan dari ceramah bapak/ibu guru di dalam kelas. Ada banyak sekali ilmu yang bisa dipelajari dari outdoor activity, dari membaca misalnya. Gerakan literasi sebenarnya bukan barang baru, hanya saja zaman millenial seperti saat ini seolah menenenggelamkan gerakan yang seharusnya sudah membudaya ini.

Membangkitkan budaya literasi tentu akan sangat sulit jika tidak dibarengi dengan niat tulus. Ada beberapa alasan mengapa gerakan literasi perlu digalakkan. Pertama, untuk melawan hoax atau berita palsu yang seolah tidak mau berhenti beredar disekitar kita. Tak bisa dipungkiri, aktivis pegiat literasi tentu dapat membedakan mana berita benar atau palsu. Yang kedua, alasan krusial lain adalah dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Miris mengingat betapa kita tertinggal sangat jauh dalam segi kualitas dari negara-negara tetangga.

Pemerintah Indonesia telah meresmikan Gerakan Budaya Literasi Nasional yang di-launching bersamaan dengan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Pernyataan Muhadjir Effendy yang begitu getol menyuarakan ajakan berbau literatur tentu bukan tanpa maksud. Sebagai orang nomor satu pemegang kebijakan dunia pendidikan, sudah barang tentu beliau memikirkan strategi terbaik dalam peningkatan kualitas pendidikan di negeri ini.

Selain melalui pendidikan, gerakan literasi juga dapat dilakukan melalui basis masyarakat. Penyelenggaraan taman bacaan masyarakat misalnya. Alangkah indahnya jika pemerintah daerah bisa cekatan menanggapi instruksi pemerintah pusat terkait gerakan literasi tersebut. Mendukung sepenuhnya melalui anggaran jelas sangat membantu, apalagi bisa berperan aktif mengkampanyekan aktivitas sosial tersebut.

Gerakan Literasi di lingkungan pendidikan disebut Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang berfungsi mengkuatkan penumbuhan budi pekerti. Senada dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Terobosan jitu ini merupakan langkah penting yang harus melibatkan semua pemangku bidang pendidikan dari semua tingkat agar menjadi komponen yang kompak mmperjuangkan gerakan literasi.

Hal ini memungkinkan sekolah menyenangkan dan ramah anak sehingga semua warganya menunjukkan kepedulian, empati, curiosity, cinta akan pengetahuan, dan memiliki kecakapan komunikasi yang baik. Gerakan ini didasarkan pada tuntutan keterampilan membaca dimana pada abad 21 ini didefinisikan sebagai kemampuan memahami informasi secara kritis, analitis, dan reflektif.

Menumbuhkembangkan budi pekerti siswa-siswi melalui literasi adalah tujuan murni dari gerakan literasi nasional. Beberapa tujuan GLS lainnya diantaranya adalah meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat, menjadikan sekolah sebagai taman yang ramah anak yang mampu mengelola pengetahuan, serta menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam bacaan dan strategi membaca.

Hanya dengan sinergi dan kerjasama yang baik, gerakan ini dapat menghadirkan image baru bagi negara Indonesia di mata dunia literasi internasional menjadi lebih baik. Bagaimana literasi menjadi perhatian luar negeri menjadi tolok ukur bagaimana majunya kehidupan sebuah bangsa. Tanpa kemampuan berliterasi yang baik, peningkatan sumber daya manusia tentu akan semakin sulit dicapai. Sebagai warga Indonesia yang peduli akan masa depan bangsa, sudah barang tentu kita perlu mendukung sepenuhnya gerakan budaya literasi nasional menuju Indonesia yang lebih kritis, peduli, dan tentunya anti-hoax.

Comments

comments

Tags: , , , , ,

Related to Membuka Cakrawala Baru Melalui Gerakan Budaya Literasi