Deskriminasi Keluarga Miskin Akibatkan Bayi Deborah Meninggal

Post On: 5 October 2017
By:
In: Viral
October 5, 2017

Minimnya nilai empati sedang menjadi problem mengancam bagi negeri ini. Sikap kemanusiaan seolah mulai luntur. Egosentris dan berfikir matrealistik menjadi momok tersendiri bagi keberlangsungan manusia. Hal ini serupa dengan kasus baru-baru ini yang sedang beredar dan menjadi viral di dunia maya. Kasus bayi deborah meninggal semestinya menjadi keprihatin tersendiri bagi umat manusia. Pasalnya, meninggalnya bayi tersebut lantaran pihak RS Mitra Keluarga Kalideres mempersulit proses penanganan akibat keluarganya tergolong masyarakat miskin. Keluarga belum memiliki uang untuk membayar di muka. Kondisi bayi yang terbiarkan oleh rumah sakit tersebut kemudian semakin parah hingga maut menghampiri.

Tindakan seperti ini jelas melanggar norma kemanusiaan dan keagamaan. Bahkan, ini melanggar pancasila tentang sila “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Seolah pihak rumah sakit enggan menerapkan nilai kemanusiaan dan lebih mengutamakan tendensi kapitalisme demi keuntungan yang diraupnya. RS Mitra Keluarga Kalideres dengan sikapnya seperti ini seolah menjadikan rumah sakit sebagai ajang bisnis. Tanpa nilai sosial yang seharusnya menjadi wajah sebuah rumah sakit. Sangat miris jika seperti ini terjadi di negeri Indonesia tercinta. Akan menjadi apa kelak generasi ini jika tanpa moral manusiawi dan empati???

Seperti halnya argumentasi Sitti Hikmawatty selaku Komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dalam berita Tribunnews.com menyatakan bahwasannya tindakan ini jelas mencerminkan nilai deskriminasi kepada masyarakat kelas bawah. Komisioner KPAI ini pun menduga bahwa kasus bayi deborah meninggal berumur empat bulan bernama Tiara Debora dikarenakan terlambatnya pertolongan medis dari RS Mitra Keluarga Kalideres. Sitti pun melakukan pertemuan tertutup dengan pihak orang tua yakni Henny Silalahi dengan suaminya.
“Kejadian yang menimpa Bu Henny murni diskriminasi karena ada pembiaran, dan pembedaan perlakuan kepada anak,” ungkap Sitti dikutip dari Tribunnews, Senin (11/9/2017).

Lebih lengkapnya Sitti menjelaskan bahwa berbelit-belitnya persoalan administrasi karena rumah sakit tersebut belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, tidaklah sesuai dengan faktanya. Pasalnya, pihaknya memiliki bukti bahwa RS Mitra Keluarga Kalideres sudah terdata bekerjasama dengan BPJS Kesehatan pada bulan september. Bukti inilah dapat menjadi referensi bahwa rumah sakit tersebut disinyalir hanya melakukan pembelaan untuk menutupi kedoknya dalam menelantarkan pihak yang tidak mampu.

Bila mereka tidak ingin disebut demikian semestinya saat pasien belum mampu membayar administrasi rumah sakit, mereka berkenan memberikan toleransi dengan diberikannya waktu tiga hari untuk keluarganya mengusahakan pembayaran. Namun, hal tersebut tidaklah dilakukan oleh RS tersebut sehingga bayi deborah meninggal. Bahkan memindahkan ke rumah sakit yang terdapat kerjasama BPJS pun juga tidak dilakukan. Tentu ini sudah jelas semata-mata kesalahan Rs Mitra Keluarga Kalideres yang tidak perduli dengan kondisi gawat dan resiko nyawa.

“Perlakuan tersebut diakibatkan oleh kemiskinan. Saya menemukan data mengejutkan ternyata RS Mitra Keluarga Kalideres sudah akan melaksanakan BPJS per bulan september. Artinya, mulai tahap ini pimpinan sudah tahu aturan-aturan yang berlaku dalam kerjasama BPJS,” Jelasnya dilanjutkan.
“Misalnya saat pasien tidak punya uang, dalam kondisi gawat seharusnya diberikan pertolongan maksimal tiga hari, tapi itu juga tidak dilakukannya. Ketika anak dalam kondisi gawat, diketahui tak miliki dana kan juga bisa langsung mencoba dipindahkan ke RS lain yang memfasilitasi BPJS,” imbuhnya menuturkan.

Nah, kasus ini benar-benar harus menjadi pelajaran bagi kita semua dan RS Mitra Keluarga Kalideres khususnya. Agar ke depan bisa menumbuhkan sikap lebih toleran, empati, dan manusiawi terutama yang berkaitan dengan nyawa dan hak hidup. Perlu membuat pertimbangan keputusan yang lebih lentur dalam kondisi gawat darurat demi terealisasinya jiwa manusia humanis. Agar tidak terjadi kembali kasus yang serupa dengan bayi deborah meninggal.

Comments

comments

Tags: , , ,

Related to Deskriminasi Keluarga Miskin Akibatkan Bayi Deborah Meninggal