Dicurigai Mengancam Pancasila, Pembubaran HTI di Indonesia Dipertanyakan

Post On: 25 September 2017
By:
In: News
September 25, 2017

Pembubaran HTI di Indonesia – Polemik pembubaran Ormas yang dicurigai mengancam Pancasila di Indonesia terus dipertanyakan. Pembubaran inipun membuat sebuah konsekuensi tegas akan ditetapkan dalam sebuah peraturan tertulis. Pemerintah akan segera mengumumkan peraturan terbaru pengganti Undang-Undang (PERPU) mengenai pembubaran Ormas yang tidak sesuai dengan Pancasila. Pernyataan ini telah disampaikan oleh Mentri kordinator politik hukum dan HAM, Wiranto.

HTI sebagai Ormas yang dijatuhkan pembubarannya dianggap menyimpang dan tidak sesuai dengan Pancasila. Hal ini dilihat dari kacamata agenda-agenda HTI yang sering mengusung Khilafah, dan dalam setiap aksinya sering dianggap menghina Demokrasi dan Pancasila.

HTI berfikir memiliki hak konstitusional dalam menjalankan agenda berbentuk dakwah Islam dan pembubaran tersebut ditentangnya sebagai sesuatu yang tidak berdasar. HTI menyatakan pendapatnya mengenai pembubaran ini. Menolak secara keras rencana pembubaran karena langkah tersebut dinilainya tidak berdasar. Hal ini sesuai dengan ucap juru bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto. Muhammad Ismail Yusanto pun menyampaikan bahwa HTI tidak memahami kesalahan yang dituduhkan terhadapnya. Alasannya, hingga sekarang HTI tidak pernah dilayangkan ataupun menerimanya surat keputusan pelarangan kegiatan dari Pemerintah.

Namun sebenarnya, rencana pembubaran Pembubaran HTI di Indonesia yang disinyalir anti Pancasila ini sudah terdengar sejak Mei 2016 lalu. Tetapi, isu ini semakin memanas sejak tahun 2017 yang saat ini banyak popular dibicarakan media masa. Wiranto menilai HTI tidak menjalankan sebuah peran positif sebagai Ormas yang sejalan dengan Pancasila. Sejak tedapat pelarangan Mei yang lalu, isu HTI terus bergulir menghantarkan polemik. Terdapat sebagian yang mendukung pembubaran HTI. Hal Ini dengan alasan karena HTI bercita-cita mendirikan khilafah dan berideologi tidak sesuai dengan Pancasila, tentu akan mengancam NKRI. Namun, sebagian lagi mempertanyakan soal hal ini atau dalam kata lain menolak pembubaran HTI.

Pihak yang pro HTI berpendapat bahwa Pemerintah dianggat bertindak otoriter, sepihak, dan tidak mencerminkan Demokrasi. Hal ini karena pembubaran dilakukan tidak melalui proses pengadilan. Namun malah membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPU) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Pergantian Perpu tersebut Pemerintah dapat langsung membubarkan Ormas yang dianggap mengancam NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Selaku juru bicara HTI Ismail menambahkan, pergantian Perpu Nomor 2 Tahun 2017 tersebut telah menutup ruang bagi HTI dalam melakukan klarifikasi atas tudingan terhadapnya. Pemerintah bisa membubarkan sebuah Ormas tanpa proses pengadilan. Padahal, Ismail menekankan pengadilan mampi menjadi pembuktian atas tuduhan yang diberikan kepada Ormas tertentu termasuk HTI. Tentu ini kebijakan yang kurang tepat ditetapkan di Negara Demokrasi seperti ini.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) termasuk salah satu pihak yang menyokong pembubaran HTI. Ketua MUI Ma’ruf Amin memaparkan pendapat persetujuannya kepada wartawan di gedung MPR/DPR bahwa tindakan Pemerintah sudah tepat karena sesuai dengan ketetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Syaiful Dasuki juga mengatakan persetujuannya mengenai ketetapan pemerintah ini. Meski agak telat, pihaknya telah menyambut dengan positif terbitnya ketetapan baru Perpu Nomor 2 Tahun 2017 tentang pembubaran Ormas. Hal ini karena menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan agenda HTI merujuk pada gerakan politik untuk mendirikan Khilafah dan mengancam NKRI maupun Pancasila.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang melarang HTI. Terdapat sejumlah 20 negara yang telah melarang gerakan HTI ini seperti Mesir, Arab Saudi, Yordania, Suriah, Turki, dan Libya dengan beberapa alasan. Dianggapnya gerakan Ormas ini mampu mengancam kedaulatan sebuah Negara. Pernah terlibat kasus kudeta bahkan terorisme.

Kita selaku Rakyat dan Bangsa Indonesia harus bangga berpartisipasi menjaga NKRI. NKRI adalah harga mati. Wajib menjaga dan melindunginya agar tidak terpecah belah dan rusak. Nah sekian saja artikel kali ini tentang Pembubaran HTI di Indonesia. Semoga bermanfaat. Amin.

Comments

comments

Tags: , , , , ,

Related to Dicurigai Mengancam Pancasila, Pembubaran HTI di Indonesia Dipertanyakan